Breaking News
Tampilkan postingan dengan label Olahraga. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Olahraga. Tampilkan semua postingan

Senin, 11 Agustus 2014

Baru Sampai di India Tim Indonesia Langsung Latihan



India-Adobana-Meski baru saja mendarat di New Delhi, India, pada Selasa (13/5) dini hari, namun tim Piala Thomas dan Uber Indonesia langsung menjalani latihan pada Rabu (14/5) siang.
Latihan pertama berlangsung lapangan bulutangkis yang sudah disewa PBSI di Yamuna Sport Center, New Delhi. Latihan perdana ini berlangsung selama tiga jam, mulai dari pukul 16.30 - 19.30 waktu setempat. Sebanyak sembilan lapangan disiapkan untuk tim Indonesia, empat lapangan digunakan oleh tim Thomas, sedangkan lima lapangan untuk tim Uber.

Di sesi latihan pertama ini, intensitas latihan tidaklah terlalu berat. Latihan pertama lebih menitikberatkan pada pemanasan guna melenturkan otot-otot yang kaku akibat perjalanan jauh yang ditempuh atlet di hari sebelumnya dari Jakarta.

"Perjalanan ke India memakan waktu hampir seharian, ini tentunya sangat melelahkan buat atlet. Dari Jakarta, kami sudah antisipasi hal ini. Ibarat menabung, kami sudah punya banyak tabungan stamina, saat terpakai di perjalanan hari ini, tabungan stamina kami masih banyak," ujar Christian Hadinata, manajer tim Piala Thomas.

"Dari awal kami sudah membuat rencana, kami tak mau tabungan stamina kami sedikit hingga kami harus defisit stamina. Kalau tekor, mengembalikannya lagi kan butuh waktu, sementara pertandingan semakin dekat. Dan perlu diingat, stamina yang kurang dapat membuat atlet rentan terserang penyakit," tambah Juara All England 1979 bersama Imelda Wiguna ini.

Tim pelatih juga memanfaatkan kesempatan ini sebagai momen icebreaker, dimana ada permainan yang bertujuan agar atlet lebih rileks menghadapi kejuaraan besar yang sudah di depan mata.

Pada ajang beregu, kebersamaan menjadi salah satu senjata yang dapat menambah kekuatan tim. Hal ini disadari betul oleh tim. Hampir seluruh kegiatan dilakukan secara bersama-sama, mulai dari pemanasan. Dalam sesi latihan biasa, para atlet melakukan pemanasan masing-masing, tetapi kali ini, pemanasan dilakukan secara bersama-sama. Para atlet pun terlihat sangat menikmati kebersamaan ini.

Terlihat dalam sesi latihan pertama, para pemain tunggal mencoba bermain ganda, sedangkan pemain ganda bermain dua lawan tiga atau empat. Latihan kali ini memang lebih difokuskan untuk mengembalikan kebugaran atlet.
Sumber : kompas
Read more ...

Meninggalnya Pembalap Indoprix Denny Triyugo di Sircuit Sentul



Para pebalap dan pelaku olah raga otomotif Indonesia berduka karena pebalap papan atas Indonesia, Denny Triyugo (26), meninggal dunia, Minggu (10/8). Sebelum meninggal, Denny terjatuh pada sesi latihan bebas kedua di Kejurnas KYT Indoprix 2014 dan mengalami benturan keras di kepala, Sabtu (10/2) di Sirkuit Karting Sentul, Bogor.              

Rizky Christianto, Analis Teknik PT Astra Honda Motor (AHM), menuturkan, pada latihan Jumat (8/8), Denny dua kali terjatuh dan mengalami benturan di kepala. Pebalap tim Astra Racing itu  mengeluhkan sangat pusing dan beristirahat beberapa jam. Denny diperiksa dokter dan dinyatakan tidak mengalami cedera parah.              

Pebalap asal Probolinggo itu kembali ke lintasan pada Sabtu (9/8) pagi dan terlihat normal. Dia sempat bercanda dengan beberapa rekan mekanik.

Pada pukul 09.30, juara nasional Indoprix 125 cc tahun 2010 itu menjalani latihan bebas dan terjatuh di tikungan. Badannya berguling beberapa kali dan kepalanya terbentur tanah.

Sesi latihan dihentikan dan Denny dievakuasi tim medis. Saat dievakuasi, Denny sudah tidak sadarkan diri dan tidak bergerak sehingga langsung dilarikan ke RS Pertamedika Sentul City.

Juara nasional Indoprix kelas 110 cc tahun 2011 itu didiagnosis mengalami pendarahan di otak dan langsung dioperasi. Para dokter berhasil mengatasi pendarahan itu dan mengistirahatkan badannya.              

Namun, pebalap yang pernah mewakili Indonesia  di All Japan Road Race Championships dan Asia Road Race Championship itu kritis dan menghembuskan nafas terakhir pada pukul 04.20. Jenazahnya dibawa ke Probolinggo untuk dimakamkan.

"Ini adalah kehilangan besar bagi tim Honda dan bagi Indonesia," kata Rizky. Semua pebalap dan awak tim berkumpul untuk berdoa sebelum melanjutkan balap motor pada Minggu (10/8) siang.

Banyak dari antara mereka menangis dan memakai pita hitam. Perayaan kemenangan usai lomba juga dilakukan tanpa sorak sorai karena mereka tidak mau bersuka-cita setelah ada rekan pebalap yang meninggal.

"Denny adalah pebalap yang gigih dan hebat. Kami semua lemas mendengar kepergiannya," kata Ergus Oei, pemilik tim Honda Oei Kukar KYT IRC.
sumber: kompas
Read more ...
Designed By